Ini Kabar Terbaru soal 2 Kapal Tanker Milik Indonesia di Selat Hormuz

D

Deli Hermanto

30 March 2026 โ€ข 326 Dilihat

Bagikan:
Ini Kabar Terbaru soal 2 Kapal Tanker Milik Indonesia di Selat Hormuz

Pemerintah Indonesia terus memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memastikan keselamatan dan kelancaran pelintasan dua kapal tanker milik Indonesia di Selat Hormuz. Upaya ini dilakukan di tengah dinamika keamanan kawasan Teluk Persia yang masih bergejolak.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan instansi terkait lainnya. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan proses pelintasan kapal Indonesia berjalan aman, sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

โ€œKementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,โ€ ujar Anggia di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat sejak awal. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia yang berada di kawasan tersebut.

โ€œDalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional,โ€ kata Nabyl.

Sementara itu, Pertamina melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping, tengah mempersiapkan berbagai aspek teknis dan administratif agar dua kapal tanker, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah dalam menangani situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan awak kapal serta keamanan muatan menjadi prioritas utama perusahaan.

โ€œPrioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik,โ€ ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi nasional dengan melakukan diversifikasi sumber impor minyak. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar memperluas sumber pasokan dari berbagai kawasan, tidak hanya bergantung pada Timur Tengah.

Sebagai catatan, sepanjang 2025 Indonesia mengimpor sekitar 135,33 juta barel minyak mentah, dengan sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel berasal dari Arab Saudi. Sementara itu, pasokan lainnya diperoleh dari berbagai wilayah seperti Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, serta kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk produk bahan bakar minyak (BBM).

Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. *

Komentar

Belum ada komentar.