TEHERAN — Surat kabar berbahasa Inggris milik Iran, The Tehran Times, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat di tengah laporan media AS terkait kemungkinan pengiriman hingga 10.000 pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah.
Dalam edisi Sabtu, harian tersebut menampilkan tajuk utama “Welcome to Hell”, disertai pesan bahwa setiap pasukan AS yang memasuki wilayah Iran “hanya akan pulang dalam peti mati”. Pernyataan itu mencerminkan meningkatnya ketegangan di tengah konflik yang terus memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Peringatan tersebut muncul bersamaan dengan kedatangan sekitar 3.500 personel Marinir AS ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang membawahi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah. Pasukan tersebut dilaporkan tiba menggunakan kapal serbu amfibi USS Tripoli, yang berangkat dari pangkalan militernya di Jepang.
Kehadiran tambahan pasukan ini semakin memicu spekulasi terkait kemungkinan operasi militer besar yang tengah dipersiapkan Washington. Salah satu target yang disebut-sebut adalah Pulau Kharg, fasilitas strategis Iran yang menjadi pusat vital ekspor minyak. Pulau tersebut sebelumnya dilaporkan telah menjadi sasaran serangan dalam operasi militer bertajuk Operation Epic Fury.
Sementara itu, pihak CENTCOM menyatakan bahwa militer AS terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Iran sejak 28 Februari, bertepatan dengan dimulainya operasi gabungan bersama Israel. Serangan tersebut diklaim menyasar fasilitas yang dianggap sebagai ancaman langsung, termasuk instalasi yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sistem pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal, aset angkatan laut, serta fasilitas produksi persenjataan.
Dalam laporan resminya, CENTCOM juga mengungkapkan bahwa lebih dari 11.000 penerbangan tempur telah dilakukan selama operasi berlangsung. Selain itu, lebih dari 150 kapal milik Iran dilaporkan mengalami kerusakan atau kehancuran akibat serangan tersebut.
Situasi ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang berpotensi meluas, seiring meningkatnya aktivitas militer dan retorika keras dari kedua belah pihak. Hingga kini, belum ada indikasi meredanya ketegangan di kawasan tersebut.
Special issue of the Tehran Times
— Tehran Times (@TehranTimes79) March 27, 2026
Stay tuned for straight truth pic.twitter.com/GGXRGuFkMv